Langsung ke konten utama

Jenis Perusahaan dan Bentuk Perusahaan

Halo reader's, selamat datang kembali di blog saya yang tercinta ini. Kali ini saya akan sharing tentang jenis-jenis perusahaan serta bentuk-bentuk perusahaan yang biasanya ditemui di sekitar kita. 

Sebelum itu perlu dipahami dulu ya reader's. Perusahaan itu artinya sekelompok orang lebih dari satu orang secara legal berkumpul, berserikat untuk mencapai tujuan tertentu. Tujuan itu sudah pasti motif ekonomi ya. Tapi, ada juga sih perusahaan yang berkumpul tanpa mengharapkan suatu imbalan, perusahaan itu disebut perusahaan nirlaba.  

Perusahaan nirlaba biasanya disebut sebagai yayasan amal. Makanya usaha atau kegiatannya adalah untuk mengumpulkan uang dari masyarakat untuk pihak yang bagi perusahaan itu butuhkan.  

Apa bedanya perusahaan, organisasi, komunitas, dan yayasan? 
Sebenarnya saya gak mau bahas ini, jadi singkat saja ya. Bedanya perusahaan, organisasi, dan lainnya yang membedakan satu dengan yang lainnya itu diantaranya adalah : 

1.Perusahaan lebih berprinsip ekonomi "Menyedikitkan pengeluaran, memperbanyak pemasukan". Jadi perusahaan lebih dominan berkegiatan yang menghasilkan profit. 

2. Organisasi biasanya lebih dominan untuk melaksanakan program kerja yang dibuatnya. Bisa itu event, seminar, dan lainnya. Namun berada di dalam naungan lembaga hukum yang jelas dan legal. 
3. Komunitas biasanya tidak memiliki naungan hukum.Orang orang berkumpul untuk melaksanakan hobi mereka. 

4. Yayasan lebih dominan terhadap kegiatan amal, pendidikan, dan kemasyarakatan 
Nah setelah mengenal perbedaan itu semua, mari kita masuk ke inti persoalan. Ada berapa banyak bentuk perusahaan dan jenisnya? 

Perusahaan memiliki 3 jenis 

Di dunia ekonomi ada 3 jenis perusahaan yang dapat kita temui yaitu diantaranya : 

1. Perusahaan Jasa 

Perusahaan Jasa adalah perusahaan yang kegiatan ekonominya berupa penjualan jasa yang bersifat pelayanan. Jasa adalah sesuatu yang tak kasat mata namun dapat dirasakan oleh pelanggan. Jadi yang dijual oleh Perusahaan Jasa tentu bukan barang yang dapat di tenteng kemana mana oleh pelanggan namun bentuk pelayanan perusahaan jasa itu dapat dirasakan oleh indra pelanggan. Contohnya : Sekolah yang memberikan pelayanan memberikan pelajaran bagi murid, tukang cukur yang mencukur pelanggannya. 

2. Perusahaan Dagang 

Perusahaan dagang adalah jenis perusahaan yang mempunyai kegiatan membeli barang, dan menjualnya kembali tanpa merubah bentuk apapun dari barang yang perusahaan itu beli. Mungkin kita mengenal supermarket, dan warung kelontong yang belanja ke pasar lalu menjual barang kepada pelanggan tanpa merubah barang yang dijual itu. 

3. Perusahaan Manufaktur 

Perusahaan manufaktur memiliki kegiatan yang lebih kompleks karena perusahaan ini melakukan kegiatan membeli barang belum jadi, atau setengah jadi kemudian mengolahnya menjadi barang setengah jadi atau barang jadi lalu diakhiri dengan menjual barang setengah jadi atau barang jadi itu ke pelanggan. Contoh dari perusahaan manufaktur adalah pabrik baju yang membeli kain, kemudian mengolah kain itu menjadi baju, kemudian diakhiri dengan menjualnya ke pasar atau mall. 

Macam-macam Bentuk Perusahaan 

Bentuk perusahaan umumnya ada 3 dan masing-masing bentuk perusahaan memiliki kelebihan dan kelemahan. Berikut 3 bentuk perusahaan diantaranya sebagai berikut : 

1. Perusahaan Perseorangan 

Perusahaan Perseorangan biasanya dimiliki oleh individu, pemilik tunggal. Bentuk perusahaan ini biasanya lebih mudah dalam pengelolaannya, biayanya juga relatif lebih sedikit. Kelemahannya ada pada sumber keuangan yaitu milik pribadi yang biasanya terbatas. 

2. Perusahaan persekutuan 

Perusahaan persekutuan dimiliki oleh dua atau lebih individu, masing-masing pemilik menyetorkan modalnya ke perusahaan untuk bekerja secara bersama-sama. Keunggulannya terletak pada sumberdaya keuangan yang tidak hanya berasal pada satu orang saja, tetapi berasal dari beberapa pemilik perusahaan.  

3. Perusahaan perseroan 

Biasanya disebut juga korporasi. Perusahaan ini secara legal modalnya terdiri dari saham-saham, yang diterbitkan oleh korporasi tersebut dan dijual kepada masyarakat yang berminat untuk membelinya. Keunggulan utama bentuk perusahaan korporasi adalah kemampuan untuk mendapat sejumlah sumberdaya keuangan dengan cara menerbitkan saham tersebut. 

Cukup sekian sharing dari saya semoga bermanfaat.. 
See you around.. 
Cheers..  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Posting Buku Besar & Neraca Saldo

Hallo Reader’s.. Pertama tama saya ucapkan hallo.. selamat datang dimanapun kalian berada dan sedang ngapain. Kali ini kita akan membahas tentang Buku Besar, bentuknya, dan juga sampai dengan tata cara posting. Perlu diketahui juga yah, kalau buku besar itu bukan buku yang setebal skripsi pemuda hebat ini Ataupun sebesar cintaku padamu yah.. hahahaha Tempat Berkumpulnya Seluruh Akun Semua transaksi bisnis yang terjadi di perusahaan akan dikumpulkan di satu buku yang disebut Buku Besar dengan proses yang disebut “Posting”. Posting adalah pemindahan informasi akuntansi dari jurnal ke buku besar. Buku Besar (Ledger) merupakan buku catatan yang berisi akun dan jumlah final setiap akun yang sudah dicatat, dijumlah, dan direkap di jurnal. Intinya sih setelah di catat ke jurnal transaksi itu dijumlahkan, kas keluar berapa, kas diterima berapa lalu sisanya berapa kemudian dikumpulkan buku besar. Bentuk Buku Besar Bentuk buku besar ada 2 yaitu skontro dan stafel. Bentuk buku bes...

Unsur Proses Akuntansi Beserta Penjelasannya

Terimakasih telah berkunjung ke blog Akuntan Pemula. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang proses unsur akuntansi. Unsur proses dalam sistem akuntansi merupakan hal yang sangat penting untuk diingat oleh para akuntan sebab jika tak ada unsur ini maka sistem akuntansi tak akan bisa berjalan dengan benar. Unsur proses akuntansi berurutan sebagai berikut : 1.Formulir/Bukti Transaksi Formulir atau bukti transaksi adalah sebuah catatan yang merekam segala bentuk transaksi diluar dan didalam perusahaan. Bentuk dari bukti transaksi ada banyak macamnya misal : nota kredit, kwitansi, memo, dll. Bukti transaksi biasanya mencatat setiap satu transaksi dengan satu bukti transaksi. 2. Jurnal Jurnal merupakan catatan harian yang dikhususkan untuk mencatat setiap bukti transaksi. Dalam aturannya ketika transaksi di perusahaan terjadi maka segera dibuatkan bukti transaksinya kemudian dicatat langsung di jurnal saat itu juga. Perlu diketahui juga jurnal umumnya ada 5 namun t...